KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis sanpaikan kepada Allah SWT yang telah
memberikan petunjuk Nya dalam menyelesaikan makalah ini, shalawat salam juga
terpanjatkan kehadirat Rasulullah Muhammad SAW.
Terimakasih penulis sampaikan pula kepada bapak maryono, SE
selaku guru Pengantar Ekonomi Bisnis atas bimbingannya
Mungkin dalam makalah ini terdapat beberapa kekurangan yang
disengaja ataupun yang tidak disengaja. Oleh karena itu penulis mohon
memekluminya, karena pembuatan makalah ini tidak lain adalah salah satu proses
pembelajaran.
Dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua
Bekasi, 10 November 2015
Kelompok
3
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
………………………………………………………i
DAFTAR ISI
………………………………………………………………..ii
BAB
I PENDAHULUAN …………………………………………………..1
1.1 Latar Belakang …………………………………………………....1
1.2 Tinjauan Pustaka ……………………………………….…………2
BAB
II PEMBAHASAN ………………………….………………………..3
2.1 Modal …………………………………………………..................3
2.2 Tempat usaha ……………………………………………………..4
2.3 Manajemen Sumber daya manusia ……………………………..…4
2.4
Manajemen Keuangan …………………………………………….5
2.5 Manajemen Operasional ( Produksi) …………..………………….8
2.6 Manajemen Pemasaran …………………………………………....10
2.7 continuitas Usaha …... ……………………………………………13
BAB
III PENUTUP……………………………………………………..…...14
3.1 Kesimpulan ……………………………………………….….……14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Membuka usaha memang menjadi impian banyak orang, sebab
banyak sekali keuntungan yang bisa kita dapatkan dari situ. Selain bisa menjadi
bos dari diri sendiri, jam kerja bisa diatur dengan fleksibel juga potensi
penghasilan yang bisa lebih besar dibandingkan bekerja sebagai karyawan. Selain
itu dengan membuka usaha sendiri kita tidak hanya membantu diri kita tetapi
juga membantu orang lain dengan memberi kesempatan mereka bekerja pada usaha kita.
Karena itu saya turut mendukung niat Anda untuk membuka usaha.
Adapun bidang usaha yang penulis minati adalah usaha salon,
dengan alasan kebutuhan akan jasa kecantikan ini tidak pernah habis. Terutama
wanita yang sedari dulu sudah sangat sadar perlunya merawat kecantikan dari
ujung kaki sampai ujung kepala. Wanita dulu biasa melakukan perawatan tubuhnya
sendiri di rumah dengan ramuan kecantikan tradisional yang diolah sendiri.
Jaman sekarang yang serba praktis ini, wanita tidak lagi membuat ramuan kecantikan
sendiri namun bisa membelinya dalam kemasan siap pakai di toko-toko. Namun,
walau banyak alternatif perawatan tubuh yang dapat dilakukan sendiri di rumah,
namun beberapa hal tetap harus dibantu orang lain misalnya gunting rambut dan
blow. Lagipula pada dasarnya wanita senang dimanjakan, sehingga walaupun bisa
mencuci rambut sendiri, luluran, creambath, facial atau gunting kuku mereka
tetap saja jika orang lain yang mengerjakannya. Layaknya putri raja yang
dilayani para dayang, begitulah perasaan wanita di salon.
Wanita juga berharap penampilan menjadi lebih cantik dengan
rambut yang tertata, baik cuma di-blow biasa, blow variasi , pengeritingan,
rebonding atau disanggul, alis yang dibentuk bak bulan sabit, kuku tangan dan
kaki yang lentik dan berkilat, semua hal tersebut membutuhkan jasa salon sebab
sulit dilakukan sendiri. Datang ke salon juga menjadi lebih menyenangkan sebab
jasa perawatan kecantikannya semakin variatif misalnya pelangsingan, pemutihan
kulit, bahkan perawatan kesehatan seperti refleksi kaki dan back therapy juga
ditawarkan. Jasa salon sudah menjadi bagian hidup wanita, ibaratnya tidak
mungkin wanita tidak ke salon. Bahkan cewek paling tomboy sekalipun memotong
rambutnya di salon bukan?
Bukan hanya wanita, namun pria juga tidak mau ketinggalan.
Buat pria yang peduli dengan penampilannya maka sekedar gunting rambut dan
pijat saja tidak cukup. Pria saat ini juga ingin punya penampilan bak model dan
peragawan . Tampil dengan kulit wajah yang halus, kulit tubuh yang lebih
terawat, tidak terlalu banyak bulu, kuku yang rapi, juga gaya rambut ala
"Tao Ming Tse”. Tren pria metro seksual memang "menjadi pemicu
meningkatnya jumlah pria yang datang ke salon.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Perencanaan Modal
Usaha Salon kecantikan ini adalah milik bersama yang
beranggotakan 4
orang, modal awalnya adalah 100.000.000,-. Dan masingmasing anggota menginfestasikan
uang/modalnya sebesar 20.000.000,- uang tersebut digunakan untuk membeli
peralatan-peralatan dan perlengkpan-perlengkapan, seperti halnya usaha lain
usaha ini memiliki perencanaan baik dari segi, SDM, pemasaran, produksi dan
keuangannya, adapun pembelanjaan uang tersebut adalah :
2. Perlengkapan :
1) Alat kecantikan 1 paket : Rp.
7.000.000,-
3. Peralatan :
a. Hair Cut : Alat yang
dibutuhkan ; barber chair, kaca, sisir sasak, sisir potong, sisir bergerigi,
clipper, clemek potong, rak susun (Kebutuhan lengkap untuk kapasitas 1 klien
lebih kurang Rp.1.500.000)
b. Creambath : alat yang dibutuhkan ; kursi creambath, hari dryer, handuk, bahan-bahan seperti shampo, conditioner, cream, hair spa, vitamin, dll (untuk kebutuhan lengkap kapasitas 1 klien sekitar Rp. 3.500.000) dengan catatan sudah termasuk kursi dan kaca.
c. Facial : alat yang dibutuhkan : vacuum, favorizer, galvanic, ozone, High Frequency, pinset, kaca pembesar, lampu, bad facial, handuk, kemben, masker, dll (kebutuhan dana untuk satu klien sekitar Rp.7.000.000
d. Spa : alat yang dibutuhkan adalah home sauna, bath tub, meja lulur, handuk, kimono, bahan2, aromaterapi,dll. *(kebutuhan dana untuk kapasitas 1 orang klien kurang lebih Rp.11.000.000
b. Creambath : alat yang dibutuhkan ; kursi creambath, hari dryer, handuk, bahan-bahan seperti shampo, conditioner, cream, hair spa, vitamin, dll (untuk kebutuhan lengkap kapasitas 1 klien sekitar Rp. 3.500.000) dengan catatan sudah termasuk kursi dan kaca.
c. Facial : alat yang dibutuhkan : vacuum, favorizer, galvanic, ozone, High Frequency, pinset, kaca pembesar, lampu, bad facial, handuk, kemben, masker, dll (kebutuhan dana untuk satu klien sekitar Rp.7.000.000
d. Spa : alat yang dibutuhkan adalah home sauna, bath tub, meja lulur, handuk, kimono, bahan2, aromaterapi,dll. *(kebutuhan dana untuk kapasitas 1 orang klien kurang lebih Rp.11.000.000
2.2 Karyawan Salon
Bisnis ini adalah milik bersama dengan modal gabungan,
adapun tenaga kerja yang di gunakan hanya 2 orang, dan dibutuhkan keahlian
husus bagi karyawan yang direkreut seperti hairstylist, kapster, dll., oleh
karena itu pengrekrutan karyawan kita lakukan dengan cara :
1. Memasang pengumuman membutuhkan
tenaga hairstylis & kapster berpengalaman. Caranya, dengan menempelkan
kertas di salon Anda, memasang iklan membutuhkan tenaga kerja di surat kabar
setempat atau meminta referensi dari hairstylist.
2. Kerjasama dengan sekolah penata
rambut atau kursus kecantikan dalam menyalurkan siswanya. Biasanya siswa
training center belajar sekaligus praktek kerja selama jangka waktu tertentu .
Setelah masa belajar selesai dan mendapat sertfikat siswa bebas memilih bekerja
di salon lain. Untuk tenaga kerja, kami pilih yang sudah berpengalaman
sebelumnya dan mempunyai sertifikat, untuk menjaga mutu salon.
jika sudah didapatkan kriteria
karyawan yang diinginkan maka pelatihan tenaga kerja tersebut adalah dengan memberikannya
konsep konsep pemeliharaan kecantikan dari bukubuku dan dari sumberlain dari
internet maupun pengalaman individu dari ahli yang sudah terbukti masakannya.
Kompensasi dari masing-masing tenaga kerja tersebut adalah
Rp. 700.000,- juga kami berikan fasilitas makan. Semua tenaga kerja diberikan
fasilitas dan kompensasi yang sama, karena tidak ada posisi atatau hirarki yang
signifikan, semua pekerja adalah karyawan. Adapun sistem penggajian
tersebut diatas yang kita pilih dari beberapa konsep penggajian. Tapi juga kita
tawarkan konsep penggajian lain kepada karyawan. yang kita gunakan beberapa
konsep penggajian karyawan salon :
1. Uang makan perhari. Uang makan
ditetapkan harian untuk satu kali makan sejumlah tertentu misalnya Rp 10.000,- perhari dan diberikan bulanan.
Uang makan diberikan proporsional, sehingga jika mereka tidak masuk kerja maka
uang makan bisa dipotong sejumlah hari tidak masuk kerja. Disini kita
mempunyai sistem absensi yang bisa mendeteksi hadir tidaknya seorang pegawai.
2. Bagi hasil dari pelanggaan yang
dilayani.Untuk berbagai perawatan bisa ditetapkan bagi hasil dari ongkos
perawatan yang masuk antara salon dengan tenaga kerja. Misalnya untuk potong
rambut bagi hasil 70% untuk salon dan 30% untuk hairstylist. Jika ongkos potong
rambut Rp 15.000,- per pelanggan dan hairstylist kita telah melayani 3
pelanggan maka dia mendapat bagi hasil Rp 15.000 x 3x 30% = Rp 13.500,- ,
sisanya adalah bagian salon kita. Sehingga makin mahal ongkos perawatan maka
makin besar juga bagi hasilnya. Untuk perawatan seperti manicure/ pedicue,
luluran, refleksi kaki bisa ditetapkan prosentase yang sama atau berbeda, dan
lain sebagainya.
3. Jika tidak menerapkan bagi hasil
maka bisa juga diterapkan sistem komisi yang besarnya tetap dari tiap pelanggan
yang dilayani. Misalnya dari komisi Rp 5.000,- dari tiap pelanggan yang
dilayani tenaga kerja salon. Jika dia melayani 10 orang perhari maka dia
mendapat Rp 50.000,- per hari. Disini berapapun jumlah ongkosnya maka komisi
yang didapat tetap sama.
4. tidak lupa juga bahwa para tenaga
kerja di salon kami juga kemungkinan mendapat tip dari para pelanggan.Namun tip
ini tentu sepenuhnya menjadi milik mereka, bukan milik salon. Yang pasti
semakin banyak pelanggan yang dilayani dengan pelayanan yang memuaskan
kemungkinan mendapatkan tips juga lebih besar.
2.3 Rencana kegiatan Operasional
Kegitan oprasional atau produksi Usaha ini dilakukan
ditempat sendiri yang dapat ngontrak, dimulai dari persiapan pekerjaan,
menyiapkan alat-alat make up salon, dan perawatan lainnya, pemotongan rambut
dngan gunting dll.
Selanjutnya karyawan akan standbay menunggu pelanggan, jika
ada pelanggan lalu ditawarkan jasa pelayana yang kami sediakan untuk kemudian
dikerjakan.
Proses pekerjaannya sendiri dilakukan oleh 2 orang
karyawan yang dipekerjakan secara bersamaan, dengan dengan melayani 1 orang
pelanggan oleh 1 orang, adapun jasa pelayanan yang kami sediakan adalah :
- Gunting
cuci blow : Rp. 20.000,- _Rp. 30.000,-
- Creambath
buah : Rp. 20.000,-
- Hair
Energy : Rp.30.000,- _ Rp. 40.000,-
- Hair
Aroma therapy (anti stress) : Rp. 40.000,- _ Rp.50.000,-
- Bonacure
hair therapy : Rp.100.000,-
- Clinical
hair treatment : Rp. 60.000,- _ Rp. 80.000,-
- cat
Uban : Rp. 50.000,- _ Rp. 80.000,-
- Rebonding
: Rp. 120.000,-
- perming
: Rp. 60.000,- _ Rp. 120.000,-
- make
Up : Rp. 50.000,- _ Rp. 300.000,-
- Sanggul
: Rp. 30.000,-
- Hair
do : Rp. 30.000,-
- body
scrub : Rp. 60.000,-
- Ficial
Scrub : Rp. 20.000,-
- Pedicure
: Rp. 30.000,-
- Refleksi
: Rp. 30.000,-
- Potong
Rambut : Rp. 15.000,-
2.4 Manajemen Keuangan
Modal yang digunakan adalah modal 100% milik sendiri, usaha
milik bersama yang sumbernya dari 2 orang. dan modal pertama bisnis ini
adalah sebesar Rp. 7.000.000,- yang dibagi masing-masing orang Rp. 3.500.000
dan digunakan untuk membeli:
1. Peralatan
-
Alat
kecantikan : Rp. 7.000.000.-
-
Kosmetik :
Rp. 2.000.000,-
2. Perlengkapan :
-
Alat dll : Rp. 23.000.000,-
3. biaya Perawatan Rp.100.000,- / Bulan
4. gaji 6 orang @ Rp 1.300.000,-. / Bulan
5. Biaya listrik Rp. 150.000,- / Bulan
6. tambahan Modal salon : Rp. 500.000,-
/ Bulan
7. sewa gedung : Rp. 30.000.000,- / 5
tahun
Dengan perincian diatas dapat dihitung perkiraan pendapatan
bisnis ini dalam jangka waktu 1 Tahun, Usaha kecil ini tidaklah memerlukan
perincian yang rumit, oleh karena itu akan lebih jelas tergambarkan dengan
pembukuan sebagai berikut:
Jurnal
Jurnal
|
No
|
Keterangan
|
Debit
|
Kredit
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7
8..
|
- Kas
- Modal
- Peralatan
- Kas
- Perlengkapan
- Kas
- Biaya Perawatan
Kas
- Biaya tenaga kerja 6 orang
- Kas
- Biaya listrik
- kas
- Biaya tambahan modal salon
- Kas
- Sewa gedung
- kas
|
Rp 100.000.000,-
Rp 9.000.000,-
Rp. 23.000.000,-
Rp. 100.000,-
Rp.7.800.000,-
Rp. 150.000,-
Rp.500.000
Rp 30.000.000,-
|
Rp 100.000.000,-
Rp 9.000.000,-
Rp. 23.000.000,-
Rp. 100.000,-
Rp. 7.800.000,-
Rp. 150.000,-
Rp. 500.000,-
Rp 30.000.000,-
|
Minimal Pendapatan dalam 1 bulan :
- Dari
potong Rambut : 3.100.000,-/ bulan
- Dari
penyucian dan perawatan Rambut : 3.000.000,- / bulan
- Dari
makeup : 3.050.000,- / bulan
Jumlah minimal pendapatan / bulan
:
Rp. 9.150.000,-
2.6 Rencana Pemasaran
Bisnis Usaha salon kecantikan ini mungkin sudah banyak yang
mendirikan, namun disamping itu masih banyak juga pelayanan yang kurang
memuaskan pelanggan, layaknya candu, jika seseorang sudah mencoba suatu salon
dan merasa nyaman, maka orang tersebut akan jadi pelanggan tetap, oleh karena
itu pelayanan yang ekstra adalah langkah awal dalam memulai persaingan dengan
usaha lain.
Promosi yang lain adalah dengan membuat brosur dan pasang
iklan di beberapa media, termasuk internet..
Penelitian tentang saingan pun akan berpengaruh bagi proses
pemasaran produk makanan ini, oleh karena itu kami pun meneliti para pesaing
dengan meneliti jenis-jenis pelayanan, ekurangan dan kelebihannya secara
spesifik, shingga perusahaan salon kecantikan ini mempunyai nilai lebih dari
salon biasa, yaitu dengan harga yang murah dan prlayanan yang lebih memuaskan.
Selain itu kita juga menggunakan beberapa konsep bauran
promosi, manfaatnya dengan mengoptimalkan proses promosi maka akan lebi mudah
juga dalam memasarkan produk usaha ini, kita akan coba semua teori tentang
bauran promosi, dan kemudian akan kami seleksi cara yang mana yang lebih
efektif dan efisien. Adapun jenis bauran promosi tersebut antara lain :
1. Periklanan (Advertising): Merupakan
alat utama bagi pengusaha untuk mempengaruhi konsumennya. Periklanan ini dapat
dilakukan oleh pengusaha lewat surat kabar, radio, majalah, bioskop, televisi,
ataupun dalam bentuk poster-poster yang dipasang dipinggir jalan atau
tempat-tempat yang strategis.
2. Penjualan Pribadi (Personal
selling): Merupakan kegiatan perusahaan untuk melakukan kontak langsung dengan
calon konsumennya. Dengan kontak langsung ini diharapkan akan terjadi hubungan
atau interaksi yang positif antara pengusaha dengan calon konsumennya itu. Yang
termasuk dalam personal selling adalah: door to door selling, mail order,
telephone selling, dan direct selling.
3. Promosi Penjualan (Sales Promotion):
Merupakan kegiatan perusahaan untuk menjajakan produk yang dipasarkarlnya
sedemikian rupa sehingga konsumen akan mudah untuk melihatnya dan bahkan dengan
cara penempatan dan pengaturan tertentu, maka produk tersebut akan menarik
perhatian konsumen.
4. Publsitas (Pubilicity): Meripakan
cara yang biasa digunakan juga oleh perusahaan untuk membentuk pengaruh secara
tidak langsung kepada konsumen, agar mereka menjadi tahu, dan menyenangi produk
yang dipasarkannya, hal ini berbeda dengan promosi, dimana didalam melakukan
publisitas perusahaan tidak melakukan hal yang bersifat komersial. Publisitas
merupakan suatu alat promosi yang mampu membentuk opini masyarakat secara
tepat, sehingga sering disebut sebagai usaha untuk
"mensosialisasikan" atau "memasyarakatkan ".
2.7 Kelanjutan Usaha
Rencana Usaha kecil ini adalah salah satu bentuk usaha yang
gampang beradaptasi dilokasi dan waktu apapun,karena segi peralatan yang
sederhana dan bahan baku yang gampang di dapat.
Selanjutnya jika usaha kecil ini sukses dalam waktu 1 tahun,
maka akan di usahakan terus supaya keuntungannya tetap seimbang bahkan bisa
lebih besar, dengan cara dasar yang sudah tertulis diatas, menggunakan beberapa
strategi pemasaran dan meneliti kelemahan pesaing maka akan lebih mempermudah
menarik pelanggan.
dengan taksiran biaya 30% dari keuntungan dan 20% persen
kita tabungkan, lalu yang 50% akan kami bagi keuntungannya. Memang tidak
terlalu besar dari pembagian keuntungannya, namun ini adalah awal dari usaha
yang akan terus berkembang yang ahirnya akan meraup keuntungan yang lebih dari
layak.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Jenis usaha yang akan didirikan adalah menyediakan pelayanan
salon kecantikan, mulai dari perawatan rambut, wajah dan anggota tubuh lainnya,
selain itu juga menerima periasan atau make up pada pelanggan untuk acara
tertentu..
Dengan beberapa bauran promosi dan meneliti kelemahan dan
kelebihan pesaing akan bias mencari cela dimana usaha ini akan menggaet para
pelanggan, jaringan yang luas serta didukung dengan pelayanan yang maksimal,
maka dipastikan usaha ini layak dan akan jelas kelangsungan hidup usahanya.
Keuntungan yang tidak mengecewakan bagi usaha seperti ini akan memberi jaminan
bagi kelangsungan usaha dan tenaga kerja.
Dengan perkiraan keuntungan diatas maka dapat dipastikan
juga perluasan usaha ini akan mudah terealisasikan.
Comments
Post a Comment