KATA
PENGANTAR
Segala puji bagi Allah
yang maha mengetahui dan maha bijaksana yang telah member petunjuk agama yang
lurus kepada hamba-Nya dan hanya kepada-Nya. Salawat serta salam semoga
tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW yang membimbing umat nya degan suri
tauladan-Nya yang baik .
Syukur
kehadiran Allah SWT, karena dengan pertolonganNya kami dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul ‘Pencemaran Air Sungai Oleh Sampah Domestik”. Tak lupa
kami mengucapkan terimakasih kepada pihak yang telah membantu kami dalam
mengerjakan makalah ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman
yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam
pembuatan makalah ini.
Semoga makalah ini bermanfaaat bagi kita semua.
Terimakasih.
Halaman judul……………………………………………………………………....….
Kata pengantar……………………………………………………………...…….…...
Daftar isi…………………………………………………………………………....…
Latar belakang dan teori……………………………………………………................
Ciri ciri air
berpolusi....................................................................................................
Sifat sifat pencemaran air
...........................................................................................
Jenis jenis air yang
tercemar.........................................................................................
Cara Mengatasi Pencemaran Sungai............................................................................
Faktor-faktor yang menyebabkan pencemaran air
sungai………………..........….…
Dampak dan bahaya dari pencemaran air sungai……………………….........…..….
Akibat polusi air yang tercemar..................................................................................
Kesimpulan saran dan manfaat………………......……………………......………...
Daftar pustaka……...............………………………………………………………
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Pada saat ini manusia kurang akan kesadaran lingkungan
sendiri. Banyak di antara mereka yang kurang mengerti akan kebersihan
lingkungan, sehingga mereka dengan mudahnya membuat limbah yang sangat
berbahaya bagi lingkungan. Seperti halnya aktivitas sehari-hari yang kita
lakukan seperti mandi, mencuci dan berbagai aktifitas lain yang kita anggap
sepele namun menghasilkan sisa buangan ternyata dapat membahayakan bagi manusia
dan lingkungan khususnya lingkungan laut. Dari sekian banyak aktifitas manusia
ternyata yang paling berbahaya adalah limbah rumah tangga. Walaupun kita tidak
hidup di wilayah pesisir dan banyak limbahindustri yang tidak diolah juga
dapat membahayakan perairan laut tapi melihat banyaknya
penduduk Indonesia dengan limbah rumah tangga yang tidak diolah serta
di hasilkan setiap hari. Dapat dikatakan keruksakan karena limbah rumah tangga
lebih besar dari pada limbah industri.
TEORI
Pencemaran
sungai adalah tercemarnya air sungai yang disebabkan oleh limbah industri,
limbah penduduk, limbah peternakan, bahan kimia dan unsur hara yang terdapat
dalam air serta gangguan kimia dan fisika yang dapat mengganggu kesehatan
manusia.Pencemar sungai dapat diklasifikasikan sebagai organik, anorganik,
radioaktif, dan asam/basa.
Saat ini hampir 10 juta zat kimia telah dikenal manusia, dan
hampir 100.000 zat kimia telah digunakan secara komersial. Kebanyakan sisa zat
kimia tersebut dibuang ke badan air atau air tanah. Pestisida, deterjen,
PCBs, dan PCPs (polychlorinated phenols) adalah salah satu contohnya. Pestisida
digunakan di pertanian, kehutanan dan rumah tangga. PCB, walaupun telah jarang
digunakan di alat-alat baru, masih terdapat di alat-alat elektronik lama
sebagai insulator, PCP dapat ditemukan sebagai pengawet kayu, dan deterjen digunakan
secara luas sebagai zat pembersih di rumah tangga.
Pencemaran
air berdampak besar terhadap penurunan kualitas air. Jadi, “Semakin banyak
limbah disungai, maka semakin berkurangnya kualitas air sungai. Sehingga, air
perlu dijaga,dilindungi,dan dilestarikan. Karena sangat penting bagi seluruh
kehidupan.
Ciri-Ciri
Air Berpolusi
Ciri-ciri air yang mengalami polusi/tercemar sangat
bervariasi karena tergantung dengan jenis air dan polutan yang terkandung
didalamnya. Karena itu, dibutuhkan suatu pengujian untuk menentukan sifat-sifat
air sehingga dapat diketahui apakah terjadi penyimpangan dari batasan polusi
air.
Kandungan Maksimal logam yang diperbolehkan dalam air
(dalam ukuran mg/L)
No
|
Nama
Logam
|
Kandungan
Maksimal Dalam Air
|
1
|
Kalsium
(Ca)
|
200
|
2
|
Magnesium
(Mg)
|
150
|
3
|
Barium
(Ba)
|
0,05
|
4
|
Mangan
(Mn)
|
1
|
5
|
Tembaga
(Cu)
|
1
|
6
|
Seng
(Zn)
|
15
|
7
|
Krom
Heksavalen (Cr6+)
|
0,05
|
8
|
Kadimum
(Cd)
|
0,01
|
9
|
Raksa
(Hg)
|
0,001
|
10
|
Timbal
(Pb)
|
0,1
|
11
|
Arsen
(As)
|
0,05
|
12
|
Selenium
(Se)
|
0,01
|
Logam berat seperti merkuri (Hg), Timbal (Pb), Arsenik
(As), Kadmium (Cd), Kromium (Cr), Seng (Zn), dan Nikel (Ni), merupakan salah
satu bentuk materi anorganik yang sering meninbulkan berbagai permasalahan yang
cukup serius pada perairan. Penyebab terjadinya pencemaran logam berat pada
perairan biasanya berasal dari masukan air yang terkontaminasi oleh limbah
buangan industri dan pertambangan.
Jenis-jenis industri permbuangan limbah yang
mengandung logam berat:
No
|
Limbah
|
Logam
Berat
|
1
|
Kertas
|
Cr,
Hg, Pb, Zn, Cu, Ni
|
2
|
Petro-chemical
|
Cr,
Hg, Pb, Zn, Cd, Sn
|
3
|
Pengelantang
|
Cr,
Hg, Pb, Zn, Cd, Sn
|
4
|
Pupuk
|
Cr,
Hg, Pb, Zn, Cd, Cu,Ni
|
5
|
Kilang
Minyak
|
Cr,
Ni, Pb, Zn, Cd, Cu
|
6
|
Baja
|
Cr,
Hg, Pb, Zn, Cd, Cu, Ni, Sn
|
7
|
Logam
Bukan Besi
|
Cr,
Hg, Pb, Zn, Cu
|
8
|
Kendaraan
Bermotor, Pesawat Terbang
|
Cr,
Hg, Pb, Zn, Cd, Cu, Sn
|
9
|
Gelas,
Semen, Keramik
|
Cr
|
10
|
Tekstil
|
Cr
|
11
|
Pembangkit
Listrik Tenaga Uap
|
Cr,
Zn
|
Sifat-Sifat
Polusi Air
Untuk mengetahui terpolusinya air dapat diamati dengan
terjadinya perubahan-perubahan antara lain :
Ø Nilai
pH, keasaman dan alkalinitas
pH normal air adalah 6-8 pH. Bila terlalu rendah, maka dapat menyebabkan
korosif.
Ø Suhu
Apabila suhu terlalu rendah, maka air akan terasa sejuk bahkan dingin hingga
sedingin es
Ø Warna
Air yang terpolusi biasanya berbeda dengan warna normalnya (jernih dan bening).
Ø Bau
Biasanya tergantung pada sumber air, dapat disebabkan oleh bahan kimia,
tumbuhan dan hewan air baik yang hidup maupun mati (seperti bau amis dan
busuk).
Ø Rasa
Air normal tidak mempunyai rasa, kecuali rasa asin pada air laut.
Ø Nilai
BOD (Biochemical Oxygen Demand)/COD (Chemical Oxygen Demand)
Ø Pencemaran
mikroorganisme patogen
Ø Kandungan
minyak
Ø Kandungan
logam berat
Ø Kandungan bahan radio aktif
Ø Jenis-Jenis
Air Yang Tercemar
a. Padatan
Kelarutan padatan :
Ø Padatan
terendam (sedimen)
Ø Padatan
tersuspensi dan koloid (keruh)
Ø Padatan
terlarut
Ø Minyak
dan lemak
b. Bahan buangan yang
membutuhkan oksigen (Oxigen demanding wastes)
Air dikategorikan sebagai
air terpolusi jika konsistensi oksigen terlarut menurun di bawah batas yang
dibutuhkan untuk kehidupan biota. Bahan-bahan yang mudah dibusukkanatau pecah
oleh bakteri akan mengubah konsentrasi oksigen terlarut.
c. Mikroorganisme
Berasal dari berbagai
sumber seperti udara, tanah, sampah, lumpur, tanaman hidup atau mati, hewan
hidup atau mati (bangkai), kotoran manusia atau hewan, bahan organik lainnya
dan sebagainya.
Faktor-faktor
jumlah dan jenis mikroorganisme :
Ø Sumber
air
Ø Komponen
nutrien dalam air
Ø Komponen
beracun
Ø Faktor
fisik
Ø Logam
berat dalam air
Logam-logam berat yang berbahaya dan sering mencemari
lingkungan terutama adalah merkuri (Hg), timbal (Pb), arsenik (As), kadium
(Cd), kromium (Cr), dan nikel (Ni). Bahan pencemar lain :
Ø Fosfat
Fosfat berasal dari penggunaan pupuk buatan yang berlebihan dan detergen.
Ø Nitrat
dan nitrit
Kedua senyawa ini berasal dari penggunaan pupuk buatan yang berlebihan dan
proses pembusukan materi organik.
Ø Poliklorin
bifenil ( PCB)
Senyawa ini berasal dari pemanfaatan bahan-bahan pelumas, plastik dan alat
listrik.
Ø Residu
pestisida organiklorin
Residu ini berasal dari penyemprotan pestisida pada tanaman untuk membunuh
seranagga.
Ø Minyak
dan hidrokarbon
Minyak dan hidrokarbon dapat berasal dari kebocoran pada roda dan kapal
pengangkut minyak.
Ø Radio
nuklida
Radio nuklida atau unsur radioaktif berasal dari kebocoran tanki penyimpanan
limbah radioaktif.
Ø Logam-logam
berat
Logam berat berasal dari industri bahan kimia, penambangan dan bensin.
Ø Limbah
pertanian
Limbah pertanian berasal dari kotoran hewan dan tempat penyimpanan makanan
ternak.
Ø Kotoran
manusia
Kotoran manusia berasal dari saluran pembuangan tinja manusia.
Cara
Mengatasi Pencemaran air sungai
Ø Melestarikan
hutan di hulu sungai
Agar tidak menimbulkan
erosi tanah disekitar hulu sungai sebaiknya pepohonan tidak digunduli atau ditebang
atau merubahnya menjadi areal pemukiman penduduk. Dengan adanya erosi otomatis
akan membawa tanah, pasir, dan sebagainya ke aliran sungai dari hulu ke hilir
sehingga menyebabkanpwendangkalan sungai.
Ø Tidak
buang air di sungai
Buang air kecil dan air
besar sembarangan adalahperbuatan yang salah. Kesan pertama dari tinja atau
urin yang dibuang sembarangan adalah bau dan menjijikan. Tinja juga merupakan
medium yang paliang baik untuk perkembangan bibit penyakit dari yang ringan
sampai yang berat, oleh karena itu janganlah buang air besar sembarangan
khususnya di sungai.
Ø Tidak
membuang sampah di sungai
Sampah yang dibuang
sembarangan di sungai akan menyababkan aliran air di sungai terhambat. Selain
itu juga sampah juga akan menyebabkan sungai cepat dangkal dan akhirnya memicu
terjadinya banjir di musim penghujan, sampah juga membuat sungai tampak kotor
menjijikan dan terkontaminasi
Ø Tidak
membuang limbah rumah tangga dan industri
Tempat yang paling mudah
untuk membuang limbah industri atau limbah rumah tangga yang berupa cairan
adalah dengan mambuangnya kesungai namun apakah limbah itu aman? Limbah yang
dibuang secara asal-asalan tentu saja dapat menimbulkan pencemaran mulai dari
bau yang tidak sedap, oencemaran air gangguan penyakit kulit serta masih banyak
lagi.
Faktor-Faktor
Yang Menyebabkan Pencemaran Air Sungai.
Pada dasarnya pencemaran air sungai disebabkan oleh
beberapa faktor diantaranya yaitu
1. Berkembangnya industri-industri.
Industri-industri khususnya yang berada di dekat
aliran sungai cenderung akan membuang limbahnya ke dalam sungai yang dapat
mencemari ekosistem air, karena pembuangan limbah industri ke dalam sungai
dapat menyebabkan berubahnya susunan kimia, bakteriologi, serta fisik air.
2. Belum tertanganinya pengendalian limbah rumah
tangga.
Limbah rumah tangga yang belum terkendali merupakan
salah satu faktor yang menyebabkan pencemaran lingkungan khususnya air sungai.
Karena dari limbah rumah tangga dihasilkan beberapa zat organik dan anorganik
yang dibuang dan dialirkan melalui selokan-selokan dan akhirnya bermuara ke
sungai. Selain dalam bentuk zat organik dan anorganik, dari limbah rumah tangga
bisa juga membawa bibit-bibit penyakit yang dapat menular pada hewan dan
manusia sehingga menimbulkan epidemi yang luas di masayarakat.
3. Pembuangan limbah pertanian tanpa melalui proses
pengolahan.
Limbah pertanian biasanya dibuang ke aliran sungai
tanpa melalui proses pengolahan, sehingga dapat mencemari air sungai karena
limbah pertanian mengandung berbagai macam zat pencemar seperti pupuk dan
pestisida.Penggunaan pupuk di daerah pertanian akan mencemari air yang keluar
dari pertanian karena air ini mengandung bahan makanan bagi ganggang dan
tumbuhan air seperti enceng gondok sehingga ganggang dan tumbuhan air tersebut
mengalami pertumbuhan dengan cepat yang dapat menutupi permukaan air
dan berpengaruh buruk pada ikan-ikan dan komponen ekosistem biotik
lainnya.Penggunaan pestisida juga dapat menggagu ekosistem air karena pestisida
bersifat
4. Pencemaran air sungai karena proses alam
Proses alam juga berpengaruh pada pencemaran air
sungai misalnya terjadinya gunung meletus, erosi dan iklim. Gunung
meletus dan erosi dapat membawa berbagai bahan pencemaran salah satunya berupa
endapan/sedimentseperti tanah dan lumpur yang dapat menyebabkan air
menjadi keruh, masuknya sinar matahari berkurang, dan air kurang
mampu mengasimilasi sampah
Dampak
Dari Pencemaran Air Sungai
Pencemaran air dapat berdampak sangat luas, misalnya
dapat meracuni air minum, meracuni makanan hewan, menjadi penyebab ketidak
seimbangan ekosistem sungai dan danau, pengrusakan hutan akibat hujan asam dsb.
1. Dampak terhadap kesehatan
Peran air sebagai pembawa
penyakit menular bermacam-macam antara lain :
a) air
sebagai media untuk hidup mikroba pathogen
b) air
sebagai sarang insekta penyebar penyakit
c) jumlah
air yang tersedia tak cukup
d) air
sebagai media untuk hidup vector penyakit
2. Dampak
terhadap estetika lingkungan
Dengan semakin banyaknya zat organic yang
dibuang ke lingkungan perairan, maka perairan
tersebut akan semakin tercemar yang biasanya ditandai dengan bau yang menyengat
disamping tumpukan yang dapat mengurangi estetika lingkungan. Masalah limbah
minyak atau lemak juga dapat mengurangi estetika. Selain bau, limbah tersebut
juga menyebabkan tempat sekitarnya menjadi licin. Sedangkan limbah
detergen atau sabun akan menyebabkan penumpukan busa yang sangat banyak. Inipun
dapat mengurangi estetika.
Bahaya
Yang Ditimbulkan
Bibit penyakit dari hasil polusi air mengandung
zat-zat yang bersifat beracun dan bahan radioaktif yangmana dapat merugikan
manusia. Kenapa? Karena polutan memerlukan banyak sekali kandungan O2, akan
tetapi apabila kekurangan, maka akan terjadi perubahan warna dan pembusukan.
Karena proses penguraian terhadap polutan tidak akan sempurna sehingga timbulah
polusi pada air.
Permasalahan terbesar dalam polusi air
adalah pembuangan sampah disembarang tempat. Misalnya: pembuangan sampah
pada muara sungai, laut, atau got-got kecil rumahan. Ini bisa menimbulkan
penyakit.
Kebanyakan kandungan-kandungan yang terkandung dalam
polutan berasal dari bahan-bahan kimia yangmana dapat merusak organ tubuh
manusia hingga kanker, antara lain: arsenat, uradium, krom, timah, air raksa,
benzon, tetraklorida, karbon, dll.
Apalagi setiap manusia yang mengomsumsi air yang
tercemar secara langsung/tak langsung, maka organ tubuhnya akan berbahaya.
Bahan logam berat memiliki densitas yang lebih dari 5
gr/cm3 dan yang bersifat tahan urai inilah yang menyebabkan bahan ini
semakin terakumulasi didalam perairan. Apabila bahan ini masuk kedalam air yang
selanjutnya akan masuk kedalam tubuh manusia, baik secara langsung maupun tidak
langsung maka akan menimbulkan bahaya pada kesehatan.
Maksud dari secara langsung dan tidak langsung adalah.
Bila secara langsung, misalnya air tersebut diminum. Tapi, bila tak langsung
seperti barang yangmana sebelumnya sudah terkontaminasi dengan air berpolusi
sebelum dibuat dan dikonsumsi, air didalam pembuatan kue, dll.
Bahaya yang dapat ditimbulkan oleh logam berat didalam
tubuh, antara lain:
Ø Barium
(Ba) : berbentuk serbuk, mudah terbakar. Beracun bila terhidup dari udara dan
dapat menyebabkan tekanan darah naik dan gangguan sistem saraf.
Ø Cadmium
(Cd) : dalam bentuk serbuk mudah terbakar. Beracun jika terhirup dari udara
atau uap. Dapat menyebabkan kanker. Larutan dari kadmium sangat beracu. Jangka
panjang, terakumulasi di hati, pankreas, ginjal dan tiroid, dicurigai dapat
menyebabkan hipertensi.
Ø Kromium
(Cr) : kromium hexavalen bersifat karsinogenik dan korosif pada jaringan tubuh.
Jangka panjang, peningkatan dan kerusakan pada ginjal
Ø Timbal
(Pb) : beracun jika termakan atau terhirup dari udara atau uap, jangka panjang,
menyebabkan kerusakan otak dan ginjal, kelainan pada kelahiran.
Ø Raksa
(Hg) : sangat beracun jika terserap oleh kulit atau terhirup dari uap. Jangka
panjang,beracun pada sistem syaraf pusat, dapat menyebabkan kelainan pada
kelahiran.
Ø Perak
(Ag) : beracun, Jangka panjang, pelunturan abu-abu permanen pada kulit, matadan
membran mukosa (mucus)
Akibat
Polusi Air
Akibat yang ditimbulkan oleh polusi air, antara lain:
Ø Terganggunya
kehidupan organisme air karena berkurangnya oksigen (O2)
Ø Terjadinya
ledakan ganggang dan tumbuhan air (eurotrifikasi)
Ø Pendangkalan
dasar perairan
Ø Tersumbatnya
penyaring reservoir dan menyebabkan perubahan ekologi
Ø Dalam
jangka panjang adalah kanker dan kelahiran cacat
Ø Akibat
penggunaan pastisida yang berlebihan sesuai selain membunuh hama dan penyakit,
juga membunuh serangga dan maskhluk berguna terutama predator
Ø Kematian
biota kuno, seperti: plankton, iank, bahkan burung
Ø Mutasi
sel, kanker, dan leukimia
Akibat dari timbulnya air yang tercemar menurut situs
wikipedia, antara lain:
Ø Dapat
menyebabkan banjir
Ø Erosi
Ø Kekurangan
sumber air
Ø Kekurangan
sumber air
Ø Dapat
membuat sumber penyakit
Ø Tanah
longsor
Ø Dapat
merusak ekosistem sungai
Kesimpulan
Kita harus menggunakan air seperlunya dan tidak
menggunakan air yang tercemar untuk kebutuhan dan keperluan sehari-hari karena
di dalamnya terkandung zat-zat yang sangat berbahaya.Pencemaran air akan terus
ada, namun kita dapat menanggulangi dan mengurangi jumlah pencemaran air.
Polusi adalah peristiwa masuknya zat, energi unsur
atau komponen lain ke dalam lingkungan akibat aktifitas manusia atau proses
alami. Segala sesuatu yang menyebabkan polusi disebut polutan.
Polusi air adalah peristiwa masuknya zat, energi,
unsur, atau komponen lainya ke dalam air sehingga kualitas air terganggu.
Sumber polusi air antara lain limbah industri, pertanian, dan rumah tangga.
Polusi air juga dapat menimbulkan bencana diantaranya banjir.
Elektrofikasi adalah penimbunan mineral yang
menyebabkan peledakan alga secara serentak menutupi pencemaran air. Bahan atau
logam berbahaya seperti arsenat, benzon, timah dan lain-lain dapat merusak
organ tubuh manusia dan menyebabkan kanker.
Akibat yang ditimbulkan polusi air dalam zangua pasang
adalah kanker dan kelahiran bayi cacat. Melakukan intensifikasi pertanian.
Banjir genangan dapat diatasi dengan membersihkan saluran air dari penyumbatan
Saran
Agar polusi air tak ada lagi, saran kami adalah:
Ø Sebaiknya
kita harus berhati- hati dalam menggunakan air karena air itu ada yang
terpolusi dan ada yang tidak.
Ø Jangan
membuang sampah ke sungai atau kolam, buanglah sampah pada tempatnya agar tidak
terjadi pencemaran air.
Ø Hindari
pemakaian obat pemberantas hama dan serangga secara berlebihan.
Ø Jangan
membuang sampah kesungai, dan jika terjadi penimbunan sampah di sungai akan
mengakibatkan banjir.
Manfaat
Ø Mengetahui
penyebab pencemaran air sungai
Ø Mengetahui
kualitas air sungai
Ø Dapat
menghimbau masyarakat tentang bahayanya pencemaran air sungai
Ø Agar
masyarakat lebih menjaga kelestarian lingkungan dan kualitas air sungai yang
berguna dan bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari.
Ø Jika
air sungai terjaga kebersihannya tidak akan terjangkit penyakit.
Ø upaya
masyarakat menyadari pentingnya sungai.
DAFTAR
PUSTAKA
Wardhana, W.A. (2001). Dampak Pencemaran
Lingkungan. Yogyakarta: Andi.
Mulia, R.M. (2005). Kesehatan Lingkungan.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sastrawijaya, A.T (2000). Pencemaran Lingkungan.
Jakarta: Rineka Cipta.
Kristanto, Philip. (2002). Ekologi Industri.
Jogjakarta: Andi.
Comments
Post a Comment